Tabel baja profil H-Beam lengkap untuk cek ukuran, berat, dimensi, cara hitung, dan pilihan H-Beam berkualitas dari PT Garuda Yamato Steel.
Pemilihan H-Beam tidak cukup hanya melihat ukuran besar kecilnya baja. Kontraktor, aplikator, engineer, hingga tim procurement perlu membaca dimensi, berat per meter, ketebalan badan, ketebalan sayap, dan standar produksinya. Karena itu, tabel baja profil menjadi acuan penting sebelum material dibeli dan dipasang di proyek.
PT Garuda Yamato Steel memproduksi produk baja panjang berkualitas tinggi di Indonesia, termasuk H-Beam untuk kebutuhan konstruksi dan industri. Dengan acuan ukuran yang jelas, proses perencanaan struktur, estimasi kebutuhan material, dan pengadaan baja dapat dilakukan lebih detail.
Apa Itu Baja Profil H-Beam?
Baja profil H-Beam adalah baja struktural berbentuk huruf H yang terdiri dari badan di bagian tengah dan dua sayap lebar di sisi atas serta bawah. Bentuk ini membuat H-Beam kuat menahan beban tekan dan lentur, sehingga banyak digunakan sebagai elemen utama dalam konstruksi bangunan, pabrik, gudang, jembatan, hingga struktur industri.
Dalam tabel baja profil, H-Beam biasanya ditulis dengan format ukuran seperti H 200x200x8x12. Angka tersebut menunjukkan tinggi profil, lebar sayap, tebal badan, dan tebal sayap. Data ini penting karena setiap ukuran memiliki berat, kekuatan, dan fungsi yang berbeda di lapangan. Beberapa kegunaan H-Beam dalam proyek konstruksi meliputi:
- Kolom utama pada bangunan baja
- Balok penopang lantai dan atap
- Rangka gudang dan pabrik
- Struktur mezzanine
- Penopang jembatan dan infrastruktur
- Dudukan mesin berat
Dengan bentuk yang stabil dan pilihan ukuran beragam, H-Beam menjadi salah satu material penting dalam pekerjaan struktur baja.
Tabel Baja Profil H-Beam Lengkap
Tabel baja profil H-Beam membantu pengguna melihat ukuran, dimensi, dan berat baja per meter. Data ini biasa dipakai untuk menghitung kebutuhan tonase, biaya pengiriman, kapasitas struktur, dan estimasi jumlah batang.
| Ukuran H-Beam | Tinggi | Lebar Sayap | Tebal Badan | Tebal Sayap | Berat Per Meter |
| H 100x100x6x8 | 100 mm | 100 mm | 6 mm | 8 mm | 17,2 kg |
| H 125x125x6,5×9 | 125 mm | 125 mm | 6,5 mm | 9 mm | 23,8 kg |
| H 150x150x7x10 | 150 mm | 150 mm | 7 mm | 10 mm | 31,5 kg |
| H 175x175x7,5×11 | 175 mm | 175 mm | 7,5 mm | 11 mm | 40,2 kg |
| H 200x200x8x12 | 200 mm | 200 mm | 8 mm | 12 mm | 49,9 kg |
| H 250x250x9x14 | 250 mm | 250 mm | 9 mm | 14 mm | 72,4 kg |
| H 300x300x10x15 | 300 mm | 300 mm | 10 mm | 15 mm | 94,0 kg |
| H 350x350x12x19 | 350 mm | 350 mm | 12 mm | 19 mm | 137 kg |
Data berat di atas bersifat referensi umum. Untuk pembelian, gunakan katalog pabrik dan dokumen teknis dari produsen agar spesifikasi sesuai dengan kebutuhan proyek.

Ukuran H-Beam yang Paling Sering Digunakan di Lapangan
Setiap proyek memiliki kebutuhan berbeda. Meski begitu, ada beberapa ukuran H-Beam yang sering muncul dalam perencanaan struktur karena mudah disesuaikan dengan kebutuhan bangunan.
1. H-Beam 100×100
Ukuran ini banyak dipakai untuk struktur ringan, rangka tambahan, kanopi besar, mezzanine kecil, dan penopang konstruksi yang tidak menerima beban terlalu tinggi. Beratnya relatif lebih ringan, sehingga pemasangan lebih mudah. H-Beam 100×100 juga sering dipakai pada pekerjaan fabrikasi yang membutuhkan profil kokoh tetapi tetap mudah ditangani di lapangan.
2. H-Beam 150×150
Ukuran ini sering dipilih untuk struktur menengah. Penggunaannya banyak ditemukan pada bangunan komersial kecil, gudang, rangka baja, dan struktur pendukung. Dalam tabel baja profil, H-Beam 150×150 menjadi salah satu ukuran yang banyak dicari karena masih cukup ringan, tetapi sudah mampu menopang kebutuhan struktur yang lebih besar dibanding ukuran 100×100.
3. H-Beam 200×200
H-Beam 200×200 banyak digunakan pada kolom bangunan, struktur gudang, dan rangka utama. Ukuran ini menjadi pilihan populer karena dimensi dan beratnya cukup seimbang untuk banyak kebutuhan proyek. Pada tahap estimasi, berat per meter H-Beam 200×200 perlu dihitung dengan teliti karena berpengaruh pada total tonase dan biaya logistik.
4. H-Beam 300×300
Ukuran ini dipakai untuk struktur berat. Contohnya proyek industri, pabrik, jembatan kecil, bangunan bertingkat, dan struktur dengan beban besar. Karena bobotnya tinggi, pemilihan H-Beam 300×300 biasanya melibatkan perhitungan struktur dari engineer. Pengadaan material juga perlu memperhatikan alat angkat, ruang penyimpanan, dan metode pemasangan.
Cara Membaca Tabel Baja Profil H-Beam
Membaca tabel baja profil H-Beam perlu dimulai dari memahami kode ukuran yang tertera pada produk. Misalnya H 200x200x8x12. Angka pertama menunjukkan tinggi profil, angka kedua menunjukkan lebar sayap, angka ketiga menunjukkan tebal badan, dan angka keempat menunjukkan tebal sayap. Setiap angka memakai satuan milimeter.
Selain dimensi, tabel juga biasanya memuat berat per meter. Data ini penting untuk menghitung kebutuhan tonase, biaya pengiriman, kapasitas angkut, dan estimasi pembelian material. Semakin besar ukuran serta ketebalan H-Beam, semakin tinggi pula berat per meternya. Hal penting yang perlu diperiksa saat membaca tabel:
- Tinggi profil untuk melihat ukuran utama baja
- Lebar sayap untuk menilai kestabilan profil
- Tebal badan untuk membaca kekuatan pada bagian tengah
- Tebal sayap untuk membaca kemampuan menahan beban
- Berat per meter untuk menghitung total kebutuhan material
Dengan membaca tabel secara tepat, pemilihan H-Beam dapat disesuaikan dengan kebutuhan struktur dan kondisi lapangan.
Cara Menghitung Berat Baja Profil H-Beam
Menghitung berat H-Beam dapat dilakukan dengan melihat data berat per meter pada tabel baja profil. Cara ini paling mudah dipakai di lapangan karena pengguna tidak perlu menghitung ulang volume baja dari awal. Cukup cocokkan ukuran H-Beam yang dipakai, lalu kalikan dengan panjang batang dan jumlah kebutuhan.
Rumus dasarnya adalah berat per meter dikalikan panjang batang, lalu dikalikan jumlah batang. Misalnya H-Beam 200x200x8x12 memiliki berat 49,9 kg per meter. Jika panjang satu batang 12 meter dan kebutuhan proyek 20 batang, maka total beratnya 49,9 x 12 x 20 = 11.976 kg atau sekitar 11,98 ton. Hal yang perlu diperhatikan saat menghitung berat H-Beam:
- Pastikan ukuran sesuai dengan tabel
- Gunakan berat per meter dari katalog resmi
- Hitung panjang batang secara tepat
- Jumlahkan kebutuhan sesuai gambar kerja
- Ubah kilogram ke ton untuk estimasi pembelian
Perhitungan ini membantu menentukan budget, kebutuhan angkut, dan jadwal pengadaan material.
Faktor yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih H-Beam
Pemilihan H-Beam harus mengikuti kebutuhan struktur. Ukuran yang terlalu kecil dapat membahayakan bangunan. Ukuran yang terlalu besar bisa membuat budget membengkak.
1. Beban Struktur
Beban struktur menjadi faktor paling penting saat memilih H-Beam. Setiap bangunan memiliki beban yang berbeda, mulai dari beban mati seperti berat material bangunan, beban hidup seperti aktivitas manusia dan barang, sampai beban tambahan dari mesin, kendaraan, angin, dan getaran.
H-Beam yang digunakan sebagai kolom utama tentu membutuhkan ukuran dan ketebalan berbeda dibanding H-Beam untuk rangka tambahan. Karena itu, pemilihan ukuran tidak boleh hanya mengikuti kebiasaan lapangan.
Data dari tabel baja profil dapat menjadi acuan awal, tetapi keputusan akhir tetap perlu menyesuaikan perhitungan struktur agar bangunan aman dan kuat.
2. Panjang Bentang
Panjang bentang adalah jarak antara dua titik tumpuan pada struktur. Semakin panjang bentang, semakin besar kemampuan H-Beam yang dibutuhkan untuk menahan beban. Pada gudang, pabrik, aula, dan bangunan komersial, bentang lebar sering membutuhkan H-Beam berukuran besar agar struktur tidak mudah melendut.
Jika ukuran terlalu kecil, risiko lendutan dan kerusakan sambungan bisa meningkat. Karena itu, panjang bentang harus diperiksa sejak tahap perencanaan. Melalui tabel baja profil, pengguna dapat melihat pilihan ukuran dan berat H-Beam sebelum menentukan material yang paling sesuai untuk kebutuhan proyek.
3. Standar Material
Standar material sangat penting karena berhubungan langsung dengan mutu baja. H-Beam yang digunakan untuk konstruksi harus memiliki spesifikasi jelas, mulai dari grade baja, toleransi dimensi, sampai standar produksi. Di Indonesia, produk baja struktural yang mengikuti SNI lebih mudah diperiksa kesesuaiannya untuk kebutuhan proyek.
Standar ini membantu memastikan material memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, pembeli juga perlu memeriksa dokumen pendukung seperti katalog produk dan mill certificate. Dengan memilih H-Beam berstandar jelas, risiko kesalahan material dapat ditekan sejak proses pengadaan.
4. Ketersediaan Ukuran
Ketersediaan ukuran perlu diperhatikan karena berkaitan dengan jadwal proyek dan proses pembelian. Tidak semua ukuran H-Beam selalu tersedia dalam jumlah besar. Jika proyek membutuhkan ukuran tertentu, tim procurement perlu memastikan stok, waktu produksi, dan jadwal pengiriman sejak awal.
Ukuran yang umum dipakai biasanya lebih mudah ditemukan, sedangkan ukuran khusus bisa membutuhkan waktu lebih panjang. Karena itu, tabel baja profil membantu pengguna melihat rentang ukuran yang tersedia sebelum melakukan pemesanan. Dengan memastikan ketersediaan material, pekerjaan fabrikasi dan pemasangan dapat berjalan lebih detail sesuai jadwal proyek.

Standar Produksi Baja Profil H-Beam Berkualitas
Standar produksi menjadi acuan penting dalam menentukan kualitas H-Beam. Baja profil yang digunakan untuk konstruksi harus memiliki dimensi presisi, mutu material jelas, dan proses produksi yang terkontrol. Hal ini penting karena H-Beam biasanya dipakai sebagai elemen utama struktur, seperti kolom, balok, rangka pabrik, gudang, dan bangunan bertingkat.
H-Beam berkualitas umumnya diproduksi melalui proses canai panas, sehingga bentuk profil lebih seragam dan kuat untuk kebutuhan struktur. Selain itu, produk perlu mengikuti standar yang berlaku, seperti SNI, agar ukuran dan mutu baja dapat diperiksa dengan lebih jelas.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam standar produksi H-Beam meliputi:
- Menggunakan bahan baku baja sesuai spesifikasi
- Diproduksi dengan proses canai panas
- Memiliki toleransi dimensi yang terukur
- Mengikuti standar SNI yang berlaku
- Memiliki dokumen produk seperti katalog dan mill certificate
- Melalui proses kontrol kualitas sebelum dikirim
Dengan standar produksi yang jelas, H-Beam lebih aman digunakan untuk kebutuhan proyek konstruksi dan industri.
Produk H-Beam dari PT Garuda Yamato Steel
PT Garuda Yamato Steel memproduksi H-Beam untuk kebutuhan konstruksi, infrastruktur, dan industri di Indonesia. Produk ini dibuat sebagai baja struktural yang dapat digunakan untuk kolom, balok, rangka bangunan, gudang, pabrik, hingga struktur dengan beban besar. Dengan pilihan ukuran yang beragam, pengguna dapat menyesuaikan material berdasarkan gambar kerja dan kebutuhan lapangan.
H-Beam dari PT Garuda Yamato Steel tersedia dalam beberapa ukuran, mulai dari 100x100x6x8 mm sampai 350x350x12x9 mm. Produk ini menggunakan spesifikasi SNI BjPC 400 dan mengacu pada standar mutu baja struktural. Keunggulan produk H-Beam PT Garuda Yamato Steel meliputi:
- Diproduksi oleh manufaktur baja panjang di Indonesia
- Memiliki pilihan ukuran untuk berbagai kebutuhan struktur
- Mengikuti standar produksi yang jelas
- Cocok untuk proyek bangunan, pabrik, gudang, dan infrastruktur
- Dapat menjadi acuan dalam tabel baja profil
- Didukung katalog produk untuk memudahkan pemilihan material
Dengan spesifikasi yang jelas, H-Beam PT Garuda Yamato Steel dapat menjadi pilihan material untuk proyek yang membutuhkan baja struktural berkualitas.
FAQ
1. Apa fungsi tabel baja profil H-Beam?
Tabel baja profil H-Beam digunakan untuk melihat ukuran, dimensi, dan berat baja per meter. Data ini membantu perhitungan struktur, estimasi tonase, dan pengadaan material.
2. Apa arti ukuran H 200x200x8x12?
H 200x200x8x12 berarti tinggi profil 200 mm, lebar sayap 200 mm, tebal badan 8 mm, dan tebal sayap 12 mm.
3. Berapa berat H-Beam 200×200?
Berat H-Beam 200x200x8x12 umumnya sekitar 49,9 kg per meter. Untuk pembelian, tetap gunakan katalog resmi dari produsen.
4. Apakah H-Beam cocok untuk kolom bangunan?
Ya, H-Beam sering digunakan sebagai kolom karena bentuknya stabil dan kuat menerima beban tekan. Ukuran yang dipakai harus mengikuti hasil perhitungan struktur.
5. Apa perbedaan H-Beam dan IWF?
H-Beam memiliki tinggi dan lebar sayap yang cenderung seimbang. IWF biasanya memiliki tinggi lebih besar dibanding lebar sayap. Keduanya dipakai untuk kebutuhan struktur, tetapi fungsi akhirnya bergantung pada desain proyek.
6. Bagaimana cara menghitung kebutuhan tonase H-Beam?
Gunakan rumus berat per meter x panjang batang x jumlah batang. Hasilnya dibagi 1.000 untuk mendapatkan satuan ton.
7. Mengapa harus memilih H-Beam berstandar SNI?
Standar SNI membantu memastikan produk memiliki acuan mutu, dimensi, dan kualitas yang sesuai untuk kebutuhan konstruksi di Indonesia.
Pilih H-Beam Berkualitas untuk Proyek Anda
Tabel baja profil membantu membaca ukuran, berat, dan dimensi H-Beam sebelum material dibeli. Dengan data yang tepat, perhitungan tonase, pengadaan, dan pemasangan di lapangan bisa berjalan lebih detail.
Untuk kebutuhan proyek konstruksi dan industri, gunakan H-Beam dari produsen yang memiliki standar produksi jelas, dokumen teknis, serta pilihan ukuran sesuai kebutuhan. PT Garuda Yamato Steel menyediakan H-Beam dan produk baja panjang lain untuk mendukung kebutuhan struktur di Indonesia.
Cek informasi ukuran dan spesifikasi lebih lengkap melalui katalog produk baja structural dari Garuda Yamato Steel.