Purchase Order atau PO merupakan dokumen penting dalam pengadaan baja proyek. Dokumen ini mengubah hasil negosiasi dan penawaran menjadi instruksi pembelian yang menjelaskan produk, jumlah, harga, jadwal, lokasi pengiriman, serta persyaratan dokumen.
PO yang hanya mencantumkan “beli H-Beam” berisiko menimbulkan perbedaan pemahaman. Pemasok belum mengetahui dimensi lengkap, grade, panjang, tonase, standar, kebutuhan pemrosesan, maupun waktu material harus tersedia.
Di PT Garuda Yamato Steel (GYS), pelanggan dapat memilih H-Beam, IWF, Channel, atau Equal Angle, kemudian menyampaikan ukuran dan kuantitas yang dibutuhkan melalui proses pemesanan. Informasi yang lengkap membantu tim penjualan mengonfirmasi kebutuhan material secara lebih akurat.
Key Points
- Cantumkan jenis, dimensi, grade, standar, panjang, dan jumlah baja secara lengkap.
- Gunakan penawaran final yang telah disetujui sebagai dasar pembuatan PO.
- Jelaskan dasar berat, harga, pajak, pemrosesan, dan biaya pengiriman.
- Tetapkan jadwal, lokasi, dokumen mutu, serta prosedur penerimaan material.
- Setiap perubahan PO harus dibuat secara tertulis dan disetujui pihak terkait.
Mengapa Purchase Order Baja Harus Terperinci?
Baja struktural tersedia dalam banyak variasi ukuran dan spesifikasi. Nama profil yang sama belum tentu menunjukkan berat, ketebalan, mutu, atau panjang yang sama.
PO yang terperinci membantu:
- Mengurangi kesalahan ukuran.
- Mengendalikan jumlah pembelian.
- Menetapkan harga dan ruang lingkup.
- Menjaga jadwal pengiriman.
- Memastikan dokumen mutu tersedia.
- Menghubungkan pesanan dengan anggaran.
- Memudahkan pemeriksaan material.
- Menjadi dasar penanganan ketidaksesuaian.
Dokumen yang umum digunakan dalam pengadaan baja mencakup penawaran resmi, PO, invoice, surat jalan, kontrak, sertifikat produk, dan mill certificate. Seluruh dokumen tersebut perlu saling konsisten agar produk dapat ditelusuri sejak pemesanan hingga diterima proyek.
Informasi yang Harus Ada dalam Purchase Order Baja
Susunan PO dapat berbeda menurut sistem perusahaan. Namun, informasi berikut sebaiknya dicantumkan agar ruang lingkup pembelian tidak menimbulkan perbedaan penafsiran.
| Bagian PO | Informasi yang Dicantumkan | Tujuan |
| Identitas dokumen | Nomor PO, tanggal, revisi, dan referensi penawaran | Menjaga pengendalian dokumen |
| Identitas pihak | Nama pembeli, pemasok, alamat, dan kontak | Menentukan pihak yang bertransaksi |
| Produk | Jenis profil, ukuran, grade, dan standar | Memastikan material sesuai |
| Kuantitas | Batang, panjang, kilogram, atau tonase | Menetapkan jumlah pembelian |
| Harga | Harga satuan, pajak, dan nilai total | Mengendalikan biaya |
| Pemrosesan | Pemotongan, pengeboran, atau layanan lainnya | Menjelaskan ruang lingkup pekerjaan |
| Pengiriman | Lokasi, jadwal, tahapan, dan tanggung jawab logistik | Menjaga jadwal proyek |
| Dokumen mutu | MTC, sertifikat, dan dokumen pendukung | Menjaga ketertelusuran |
| Penerimaan | Toleransi, inspeksi, dan penanganan ketidaksesuaian | Menentukan dasar penerimaan |
| Persetujuan | Nama serta otorisasi pihak berwenang | Memastikan PO sah secara internal |
Lampiran dapat digunakan apabila daftar material terlalu panjang. Pastikan nomor serta revisi lampiran disebutkan secara jelas dalam PO.

Gunakan Penawaran Final sebagai Dasar PO
PO harus disusun berdasarkan penawaran yang telah melalui evaluasi teknis dan komersial. Jangan menggunakan versi penawaran lama apabila harga, kuantitas, atau ruang lingkup telah berubah.
Sebelum membuat PO, cocokkan:
- Nomor dan tanggal penawaran.
- Jenis serta ukuran produk.
- Harga satuan.
- Pajak.
- Masa berlaku harga.
- Biaya pemrosesan.
- Biaya pengiriman.
- Ketentuan pembayaran.
Apabila hasil negosiasi berbeda dari penawaran awal, mintalah penawaran revisi atau cantumkan perubahan tersebut secara tegas. Hal ini mencegah pemasok memproses pesanan berdasarkan dokumen yang tidak lagi berlaku.
Cantumkan Identitas dan Nomor Dokumen
Nomor PO digunakan untuk menghubungkan pesanan dengan penawaran, invoice, surat jalan, penerimaan material, dan pembayaran. Sistem penomoran harus unik agar dokumen tidak tertukar.
Bagian identitas dapat mencakup:
- Nomor PO.
- Tanggal penerbitan.
- Nomor revisi.
- Nama proyek.
- Kode anggaran.
- Nomor penawaran pemasok.
- Nama pemohon pembelian.
- Kontak penanggung jawab.
Jika PO direvisi, jangan menghapus versi sebelumnya. Berikan nomor revisi dan jelaskan bagian yang berubah agar riwayat keputusan tetap dapat ditelusuri.
Tuliskan Spesifikasi Baja secara Lengkap
Nama produk saja tidak cukup. Spesifikasi perlu menjelaskan profil yang harus disediakan pemasok.
Cantumkan:
- H-Beam, IWF, Channel, atau Equal Angle.
- Dimensi lengkap profil.
- Ketebalan web dan flange jika relevan.
- Grade material.
- Standar produk.
- Berat teoritis per meter.
- Panjang setiap batang.
- Persyaratan khusus proyek.
GYS memproduksi H-Beam, IWF, Channel, dan Equal Angle. Produk tersebut memiliki sertifikasi SNI dan sertifikasi lainnya sesuai ruang lingkup masing-masing, termasuk SNI untuk profil canai panas, U Channel, Equal Angle, WF Beam, dan H-Beam.
Informasi produk dapat diperiksa melalui halaman produk baja GYS.
Tentukan Kuantitas dan Dasar Berat
Baja dapat dibeli berdasarkan batang, kilogram, atau ton. PO harus menjelaskan satuan yang digunakan dan cara penyelesaian apabila berat aktual berbeda dari berat teoritis.
Periksa:
- Jumlah batang.
- Panjang per batang.
- Berat per meter.
- Berat per batang.
- Total berat teoritis.
- Toleransi kuantitas.
- Dasar penagihan.
- Metode penimbangan jika digunakan.
Gunakan rumus berikut untuk pemeriksaan awal:
Berat total = berat per meter × panjang × jumlah batang
Jangan mencampurkan harga per batang dengan harga per kilogram tanpa mencantumkan berat acuannya. Panduan perbandingan dapat dibaca melalui artikel beli baja berdasarkan berat atau batang.
Jelaskan Harga, Pajak, dan Ketentuan Pembayaran
Nilai PO harus menunjukkan komponen biaya secara transparan. Harga material sebaiknya dipisahkan dari biaya tambahan agar proses verifikasi lebih mudah.
Cantumkan:
- Harga per kilogram, ton, atau batang.
- Nilai subtotal.
- Biaya pemrosesan.
- Biaya pengiriman.
- Pajak yang berlaku.
- Nilai total PO.
- Mata uang.
- Jadwal dan metode pembayaran.
Jelaskan dokumen yang harus diterima sebelum pembayaran, misalnya invoice, faktur pajak, surat jalan, laporan penerimaan, atau dokumen mutu. Ketentuan aktual perlu mengikuti kebijakan perusahaan dan kesepakatan dengan pemasok.
Masukkan Kebutuhan Pemrosesan
Jika material perlu dipotong atau dibor sebelum dikirim, ruang lingkup tersebut harus masuk ke PO atau lampirannya. Instruksi lisan tidak cukup untuk pekerjaan yang memengaruhi dimensi material.
Tuliskan:
- Panjang potong.
- Jumlah potongan.
- Sudut pemotongan.
- Posisi dan diameter lubang.
- Toleransi.
- Kode setiap komponen.
- Standar pemeriksaan.
- Gambar yang menjadi acuan.
GYS menyediakan layanan cut-to-length selain panjang standar 6, 9, dan 12 meter. Steel Service Center GYS juga memiliki fasilitas penggergajian dan pengeboran CNC, pemotongan, pelubangan, pembengkokan, galvanisasi, serta shot blasting.
Tetapkan Jadwal dan Lokasi Pengiriman
PO perlu membedakan tanggal siap, tanggal pengiriman, dan tanggal material harus tiba. Ketiga tanggal tersebut tidak selalu sama.
Cantumkan:
- Alamat pengiriman.
- Kontak penerima.
- Tanggal material dibutuhkan.
- Tahapan pengiriman.
- Jam penerimaan proyek.
- Kapasitas kendaraan.
- Tanggung jawab bongkar muat.
- Dokumen yang menyertai pengiriman.
Untuk proyek besar, bagi pengiriman berdasarkan zona, lantai, paket fabrikasi, atau urutan erection. Pengiriman bertahap dapat mengurangi penumpukan serta mempermudah pencarian material.
GYS menyediakan layanan pengiriman bagi pelanggan, sedangkan pembagian jadwal dan volume perlu dikoordinasikan sesuai kebutuhan proyek.
Minta Dokumen Mutu dan Traceability
Dokumen mutu perlu disebutkan dalam PO agar pemasok mengetahui persyaratan sejak awal. Permintaan yang baru disampaikan setelah material tiba dapat menunda proses penerimaan.
Dokumen yang dapat diminta meliputi:
- Mill Test Certificate.
- Sertifikat SNI.
- Sertifikat internasional jika dipersyaratkan.
- Sertifikat TKDN.
- Packing list.
- Surat jalan.
- Laporan pemrosesan.
- Dokumen ketertelusuran lainnya.
GYS memiliki fitur E-Certificate yang memungkinkan pelanggan mencetak sertifikat pabrik sesuai permintaan. Sistem layanannya juga mencakup E-Ordering System serta akses dokumen perdagangan tertentu bagi pelanggan luar negeri.
Pentingnya verifikasi dapat dipelajari melalui artikel cara mengecek mutu besi baja.
Tentukan Prosedur Penerimaan Material
PO sebaiknya menjelaskan hak pembeli untuk memeriksa material. Pemeriksaan dilakukan terhadap produk, jumlah, kondisi, dan dokumen sebelum material dinyatakan diterima.
Periksa:
- Jenis serta ukuran profil.
- Panjang dan jumlah.
- Grade dan standar.
- Kondisi permukaan.
- Kelurusan.
- Marking serta heat number.
- Kesesuaian MTC.
- Hasil pemrosesan.
Material yang tidak sesuai dapat diberi status hold sambil menunggu evaluasi. PO perlu menjelaskan batas waktu pelaporan, metode penggantian, dan pihak yang menanggung biaya terkait.
Atur Alur Persetujuan Purchase Order
PO biasanya dibuat melalui kerja sama beberapa fungsi. Pemohon menjelaskan kebutuhan, tim teknis memeriksa spesifikasi, sedangkan bagian pengadaan mengelola proses pembelian.
Alurnya dapat melibatkan:
- Tim proyek atau pengguna material.
- Engineer.
- Estimator.
- Tim procurement.
- Pengendali anggaran.
- Bagian keuangan.
- Manajer proyek.
- Pihak dengan kewenangan persetujuan.
Pembagian tanggung jawab mengikuti kebijakan perusahaan. Orang yang memasukkan data ke sistem belum tentu menjadi pihak yang memiliki kewenangan menyetujui PO.

Bedakan Purchase Order dan SPK
PO serta Surat Perintah Kerja atau SPK dapat digunakan dalam satu proyek, tetapi tujuan operasionalnya berbeda. Penamaan dan kekuatan dokumennya dapat bergantung pada prosedur perusahaan serta kontrak yang digunakan.
Secara umum:
- PO berfokus pada pembelian barang atau layanan.
- SPK memberikan instruksi untuk melaksanakan pekerjaan.
- PO mencantumkan produk, jumlah, dan harga.
- SPK lebih banyak menjelaskan ruang lingkup, lokasi, waktu, serta hasil pekerjaan.
- PO dapat digunakan untuk membeli baja.
- SPK dapat digunakan untuk pekerjaan fabrikasi atau pemasangan.
- Keduanya dapat memiliki lampiran teknis.
- Keduanya perlu konsisten dengan kontrak utama.
Jika pembelian baja juga mencakup fabrikasi kompleks, proyek dapat menggunakan PO, SPK, kontrak pengadaan, atau kombinasi dokumen sesuai sistem internal.
Hindari Kesalahan saat Membuat PO Baja
Kesalahan administrasi dapat menghasilkan material yang tidak dapat digunakan meskipun pemasok telah mengikuti isi PO.
Hindari:
- Menulis ukuran tidak lengkap.
- Tidak mencantumkan grade.
- Menggunakan gambar tanpa nomor revisi.
- Tidak menjelaskan dasar berat.
- Mengabaikan biaya pengiriman.
- Tidak meminta MTC.
- Tidak menetapkan tanggal kebutuhan.
- Mengubah pesanan secara lisan.
Lakukan pemeriksaan akhir menggunakan penawaran, gambar, Bill of Quantity, dan daftar kebutuhan terbaru sebelum PO dikirim kepada pemasok.
Dukungan Pemesanan Baja dari GYS
GYS menyediakan sistem dan layanan untuk mendukung proses pemesanan produk baja struktural.
Dukungan tersebut mencakup:
- H-Beam.
- IWF atau Wide Flange.
- Channel.
- Equal Angle.
- E-Ordering System.
- E-Certificate.
- Layanan cut-to-length.
- Steel Service Center.
- Layanan pengiriman.
- Dukungan sebelum dan setelah penjualan.
Panduan resmi GYS mengarahkan pelanggan untuk memilih produk, memeriksa informasi dimensi dan katalog, menentukan ukuran serta kuantitas, lalu menyampaikan pesanan beserta informasi kontak untuk dikonfirmasi oleh tim penjualan.
Kesimpulan
PO pembelian baja harus menerjemahkan kebutuhan proyek menjadi instruksi yang jelas. Dokumen yang lengkap membantu pemasok menyediakan produk sesuai spesifikasi dan memudahkan proyek memeriksa biaya, jadwal, serta mutu.
Gunakan urutan berikut:
- Verifikasi penawaran final.
- Cantumkan identitas dan referensi dokumen.
- Tulis spesifikasi baja secara lengkap.
- Tetapkan kuantitas dan dasar berat.
- Jelaskan harga serta pembayaran.
- Lampirkan kebutuhan pemrosesan.
- Atur pengiriman dan dokumen mutu.
- Pastikan PO memperoleh persetujuan.
Dengan PO yang terstruktur, risiko salah material, biaya tambahan, dan keterlambatan dapat dikendalikan sebelum pesanan diproses.
Siapkan Purchase Order Baja Proyek Bersama GYS
Jelajahi produk baja struktural GYS untuk memilih H-Beam, IWF, Channel, dan Equal Angle. Untuk mengonfirmasi ukuran, kuantitas, grade, pemrosesan, dokumen, jadwal pengiriman, atau penawaran proyek, silakan hubungi tim Garuda Yamato Steel.
FAQ
Langkah-langkah purchase order?
Langkahnya dimulai dari permintaan pembelian, verifikasi spesifikasi, permintaan dan evaluasi penawaran, pemilihan pemasok, penyusunan PO, persetujuan internal, pengiriman PO kepada pemasok, konfirmasi pesanan, penerimaan material, serta pencocokan dokumen sebelum pembayaran.
Apa bedanya SPK dan PO?
PO berfokus pada pembelian barang atau layanan dengan informasi produk, jumlah, harga, pembayaran, dan pengiriman. SPK umumnya berisi perintah melaksanakan pekerjaan dengan ruang lingkup, lokasi, durasi, dan hasil yang diharapkan. Penggunaan serta kedudukan dokumen mengikuti kontrak dan prosedur perusahaan.
Apa itu PO dalam proyek?
PO adalah dokumen resmi yang diterbitkan pembeli untuk memesan barang atau layanan dari pemasok. Dalam proyek baja, PO mencantumkan jenis profil, ukuran, grade, jumlah, harga, pemrosesan, dokumen mutu, dan jadwal pengiriman.
Siapa yang bertanggung jawab membuat purchase order?
PO biasanya disusun oleh tim procurement berdasarkan permintaan tim proyek atau pengguna material. Engineer memverifikasi spesifikasi, bagian anggaran atau keuangan memeriksa nilai pembelian, sedangkan pejabat yang memiliki kewenangan memberikan persetujuan akhir sesuai prosedur perusahaan.
Apakah pemesanan baja GYS dapat dilengkapi layanan pemrosesan dan dokumen mutu?
Ya. GYS menyediakan H-Beam, IWF, Channel, dan Equal Angle, disertai layanan cut-to-length, pemrosesan melalui Steel Service Center, pengiriman, serta fitur E-Certificate. Ruang lingkupnya perlu dicantumkan secara jelas dalam permintaan penawaran dan PO proyek.