Quality control konstruksi gedung baja merupakan rangkaian pemeriksaan untuk memastikan material, hasil fabrikasi, sambungan, dan pemasangan sesuai dengan gambar, spesifikasi, standar, serta prosedur proyek. Pemeriksaan harus dilakukan sejak baja diterima, bukan hanya setelah struktur selesai berdiri.
Ketidaksesuaian ukuran profil, posisi lubang, hasil las, pengencangan baut, atau ketegakan kolom dapat menimbulkan pekerjaan ulang dan mengganggu jadwal. Karena itu, setiap hasil pemeriksaan perlu dicatat dan dapat ditelusuri hingga komponen yang diperiksa.
Di PT Garuda Yamato Steel (GYS), produk jadi diperiksa oleh personel quality control yang berkualifikasi sebelum disimpan dan didistribusikan kepada pelanggan. Produk GYS meliputi H-Beam, IWF, Channel, dan Equal Angle untuk berbagai kebutuhan konstruksi.
Key Points
- Pemeriksaan dimulai dari dokumen, identitas, dimensi, dan kondisi material.
- Hasil fabrikasi harus sesuai dengan shop drawing yang telah disetujui.
- Sambungan las dan baut membutuhkan prosedur serta metode inspeksi berbeda.
- Posisi, elevasi, ketegakan, dan stabilitas sementara perlu diperiksa saat erection.
- Setiap ketidaksesuaian harus dicatat, dievaluasi, dan ditutup secara terdokumentasi.
Perbedaan Quality Control dan Quality Assurance
Quality control atau QC merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pihak pelaksana untuk mengendalikan mutu pekerjaannya. Dalam konstruksi baja, pelaksana QC umumnya berasal dari produsen, fabrikator, kontraktor, atau perusahaan erector.
Sementara itu, quality assurance atau QA memberikan keyakinan bahwa sistem QC telah berjalan sesuai persyaratan. QA dapat dilakukan oleh pemilik proyek, konsultan, badan inspeksi independen, atau pihak lain yang ditetapkan dalam kontrak.
Perbedaannya dapat dilihat dari:
- QC memeriksa dan mengendalikan pekerjaan pelaksana.
- QA memverifikasi efektivitas sistem pengendalian tersebut.
- QC dilakukan selama produksi, fabrikasi, dan pemasangan.
- QA dapat melibatkan pemeriksaan saksi atau witness inspection.
- QC menerbitkan laporan pemeriksaan internal.
- QA memeriksa laporan dan melakukan verifikasi independen.
- QC bertanggung jawab memperbaiki ketidaksesuaian.
- QA memastikan tindak lanjut telah memenuhi persyaratan.
AISC memasukkan persyaratan QC dan QA konstruksi baja dalam Bab N ANSI/AISC 360. Ketentuan tersebut membahas kualifikasi personel, dokumentasi, fabrikasi, pemasangan, dan kegiatan inspeksi.
Ruang Lingkup Pemeriksaan Konstruksi Baja
Pemeriksaan perlu disusun dalam Inspection and Test Plan atau ITP. Dokumen tersebut menjelaskan objek pemeriksaan, metode, frekuensi, kriteria penerimaan, formulir, dan pihak yang bertanggung jawab.
| Tahap | Objek Pemeriksaan | Dokumen atau Alat | Hasil yang Diharapkan |
| Penerimaan material | Ukuran, grade, jumlah, kondisi, dan identitas | MTC, surat jalan, meteran, caliper | Material sesuai pesanan |
| Fabrikasi | Pemotongan, lubang, fit-up, dan dimensi rakitan | Shop drawing, alat ukur | Komponen sesuai gambar |
| Pengelasan | WPS, juru las, ukuran, dan cacat las | Alat ukur las, pemeriksaan visual, NDT | Las memenuhi kriteria |
| Sambungan baut | Mutu, jumlah, posisi, dan pengencangan | Gambar, alat ukur, torque wrench jika berlaku | Baut terpasang sesuai prosedur |
| Erection | Posisi, elevasi, ketegakan, dan stabilitas | Alat survei, gambar pemasangan | Rangka terpasang sesuai toleransi |
| Penyelesaian | Pelapisan, dokumen, dan perbaikan | DFT meter, laporan inspeksi | Struktur siap diserahterimakan |
Kriteria penerimaan tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan penilaian visual pemeriksa. Batasnya harus mengacu pada gambar, spesifikasi, standar, serta prosedur proyek.

Pemeriksaan Dokumen dan Material Baja
Sebelum material digunakan, tim QC harus memastikan produk fisik sesuai dengan dokumen pembelian. Pemeriksaan ini mencegah pencampuran ukuran atau grade yang berbeda.
Periksa:
- Nama produsen.
- Jenis dan ukuran profil.
- Grade material.
- Standar produk.
- Panjang serta jumlah batang.
- Marking pada material.
- Heat number.
- Mill Test Certificate atau MTC.
MTC perlu dicocokkan dengan identitas pada batang atau bundel. Dokumen tersebut umumnya digunakan untuk memeriksa komposisi kimia, kuat leleh, kuat tarik, elongasi, serta informasi pengujian material.
Produk utama GYS dibuat dari bahan baku terkualifikasi dan melalui pengendalian mutu sepanjang proses produksi. GYS juga memiliki ISO 9001:2015 serta ISO/IEC 17025:2017 untuk kompetensi laboratorium pengujian.
Panduan lebih lanjut tersedia dalam artikel cara mengecek mutu besi baja dari sertifikat material hingga standar proyek.
Pemeriksaan Dimensi dan Kondisi Permukaan
Profil yang memiliki dokumen lengkap tetap harus diperiksa secara fisik. Kerusakan dapat terjadi selama pengangkutan, bongkar muat, atau penyimpanan.
Pemeriksaan dimensi meliputi:
- Tinggi dan lebar profil.
- Ketebalan web.
- Ketebalan flange.
- Panjang batang.
- Kelurusan.
- Kesikuan.
- Puntiran.
- Kondisi ujung potongan.
Kondisi permukaan perlu diperiksa terhadap retak, lipatan, goresan dalam, korosi berat, lubang, deformasi lokal, dan kontaminasi. Perubahan warna atau karat tipis tidak selalu menjadi alasan penolakan, tetapi harus dievaluasi berdasarkan luas, kedalaman, kehilangan penampang, dan persyaratan pelapisan.
Material yang belum selesai diperiksa perlu diberi status hold. Pisahkan material tersebut dari produk yang telah dinyatakan diterima.
Quality Control pada Proses Fabrikasi
QC fabrikasi memastikan profil dan pelat dibentuk sesuai dengan shop drawing. Pemeriksaan dilakukan pada setiap tahapan agar kesalahan tidak baru ditemukan setelah komponen selesai dirakit.
Tahapan yang diperiksa meliputi:
- Penandaan dan identifikasi komponen.
- Pemotongan panjang serta sudut.
- Posisi dan diameter lubang.
- Kesikuan tepi potongan.
- Pembentukan atau pembengkokan.
- Penempatan pelat sambung.
- Pemeriksaan fit-up.
- Dimensi akhir rakitan.
Periksa juga diagonal, jarak antarlubang, posisi stiffener, celah sambungan, dan orientasi profil. Lubang yang tidak sejajar tidak boleh langsung diperbesar tanpa prosedur dan persetujuan yang sesuai.
Steel Service Center GYS mendukung penggergajian serta pengeboran CNC, pemotongan, pelubangan, pembengkokan, galvanisasi, dan shot blasting. Fasilitas tersebut memiliki area lebih dari 40.500 meter persegi.
Pemeriksaan Sambungan Las
Pengawasan las dimulai sebelum busur listrik dinyalakan. Pemeriksa perlu memastikan material, prosedur, tenaga kerja, dan kondisi sambungan telah memenuhi persyaratan.
Sebelum pengelasan, periksa:
- Welding Procedure Specification atau WPS.
- Kualifikasi dan identitas juru las.
- Jenis logam pengisi.
- Kondisi penyimpanan elektroda.
- Kebersihan permukaan.
- Geometri serta celah sambungan.
- Posisi dan ukuran tack weld.
- Peralatan pengelasan.
Selama dan setelah pengelasan, periksa parameter kerja, urutan pengelasan, ukuran las, panjang efektif, distorsi, retak, porositas, undercut, inklusi terak, dan kurang peleburan. AISC 360 Bab N dan AWS D1.1 digunakan sebagai rujukan penting untuk frekuensi inspeksi serta kriteria sambungan las baja struktural.
Pemeriksaan visual merupakan langkah awal. Pengujian tanpa merusak atau non-destructive testing dapat berupa magnetic particle testing, ultrasonic testing, atau metode lain apabila dipersyaratkan oleh desain dan ITP.
Pemeriksaan Sambungan Baut
Sambungan baut perlu diperiksa sejak komponen masih berada di workshop hingga pengencangan akhir di lapangan. Baut yang lengkap belum tentu telah terpasang sesuai prosedur.
Periksa:
- Jenis, diameter, dan mutu baut.
- Kondisi baut, mur, serta ring.
- Penyimpanan komponen pengikat.
- Diameter dan bentuk lubang.
- Jarak antarlubang serta jarak tepi.
- Kesesuaian permukaan sambungan.
- Metode pengencangan.
- Hasil pemasangan akhir.
Metode pemeriksaan harus mengikuti jenis sambungan yang ditentukan dalam gambar dan spesifikasi. Sambungan snug-tight, baut pratarik, serta sambungan slip-critical memiliki kebutuhan pemasangan dan pemeriksaan yang berbeda.
Jangan mengandalkan tanda cat atau nilai torsi secara sembarang sebagai satu-satunya bukti penerimaan. Alat, prosedur, dan pengujian verifikasi sebelum pemasangan perlu mengikuti spesifikasi baut proyek.
Quality Control pada Proses Erection
Erection adalah proses mengangkat, menempatkan, menyambungkan, dan menyetel komponen baja di lokasi proyek. QC perlu memastikan rangka terpasang sesuai posisi serta tetap stabil selama tahapan konstruksi.
Pemeriksaan meliputi:
- Posisi dan elevasi anchor bolt.
- Kondisi base plate.
- Ketegakan kolom.
- Elevasi balok.
- Jarak antarsumbu.
- Diagonal rangka.
- Sambungan sementara.
- Pemasangan bracing.
Struktur belum tentu stabil hanya karena beberapa kolom dan balok telah terhubung. Pengaku sementara harus dipertahankan sampai sistem permanen mampu memberikan kestabilan sesuai rencana pemasangan.
Setelah penyetelan atau alignment, lakukan pengencangan baut akhir, pengelasan lapangan, dan pemeriksaan ulang. Perubahan lapangan seperti pemotongan, pembesaran lubang, atau penambahan las harus memperoleh evaluasi teknis.
Pemeriksaan Pelapisan dan Perlindungan Korosi
Lapisan pelindung perlu diperiksa setelah fabrikasi dan diperbaiki setelah pemasangan. Area sambungan, bekas alat angkat, dan lokasi las lapangan sering membutuhkan perbaikan.
Pemeriksaan dapat mencakup:
- Kebersihan permukaan.
- Tingkat persiapan permukaan.
- Kondisi cuaca saat aplikasi.
- Jenis dan urutan lapisan.
- Ketebalan lapisan kering.
- Cacat seperti gelembung atau pengelupasan.
- Area yang tidak terlapisi.
- Perbaikan setelah erection.
Sistem pelapisan harus mengikuti lingkungan penggunaan dan spesifikasi proyek. Lapisan yang lebih tebal tidak selalu lebih baik apabila melebihi batas sistem yang digunakan.
Penanganan Ketidaksesuaian
Setiap hasil yang tidak memenuhi kriteria harus dicatat melalui Non-Conformance Report atau NCR. Komponen tidak boleh digunakan hanya karena perbaikannya dianggap mudah.
NCR perlu memuat:
- Identitas komponen.
- Lokasi ketidaksesuaian.
- Persyaratan yang tidak terpenuhi.
- Foto dan hasil pengukuran.
- Penyebab awal.
- Usulan tindakan.
- Persetujuan pihak berwenang.
- Hasil pemeriksaan ulang.
Tindakannya dapat berupa perbaikan, penggunaan bersyarat, penggantian, atau penolakan. Engineer yang bertanggung jawab perlu menilai ketidaksesuaian yang dapat memengaruhi perilaku struktur.
Dokumentasi dan Serah Terima Mutu
Laporan menjadi bukti bahwa setiap tahap telah diperiksa. Dokumentasi yang tidak lengkap dapat menyulitkan penyelesaian klaim dan penelusuran material.
Dokumen akhir dapat meliputi:
- ITP dan daftar pemeriksaan.
- MTC dan sertifikat produk.
- Laporan dimensi.
- WPS serta kualifikasi juru las.
- Laporan inspeksi las dan baut.
- Hasil NDT.
- Laporan survei erection.
- Daftar serta penutupan NCR.
GYS menyediakan E-Certificate yang memungkinkan pelanggan mencetak sertifikat pabrik sesuai permintaan. Sistem layanan GYS juga mencakup E-Ordering System dan akses dokumen digital tertentu.

Mengapa Memilih Baja Struktural GYS?
Pengendalian mutu konstruksi dimulai dari pemilihan material yang memiliki spesifikasi dan dokumen jelas. GYS menyediakan produk baja struktural yang menjalani pemeriksaan selama proses manufaktur dan sebelum distribusi.
Dukungan GYS meliputi:
- H-Beam, IWF, Channel, dan Equal Angle.
- Sertifikasi SNI sesuai ruang lingkup produk.
- Sertifikasi internasional tertentu.
- ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001.
- Akreditasi ISO/IEC 17025.
- Sertifikat TKDN.
- MTC dan E-Certificate.
- Steel Service Center.
GYS memiliki sertifikasi SNI untuk profil baja canai panas, U Channel, Equal Angle, WF Beam, dan H-Beam sesuai ruang lingkup sertifikat yang berlaku.
Kesimpulan
Quality control gedung baja harus dilakukan sejak penerimaan material hingga struktur selesai dipasang. Pemeriksaan yang hanya berfokus pada hasil akhir berisiko melewatkan masalah yang telah tertutup oleh proses berikutnya.
Gunakan urutan berikut:
- Verifikasi dokumen dan identitas material.
- Periksa dimensi serta kondisi permukaan.
- Awasi pemotongan, lubang, dan fit-up.
- Periksa sambungan las dan baut.
- Pantau posisi serta stabilitas saat erection.
- Periksa lapisan perlindungan.
- Catat dan selesaikan setiap NCR.
- Lengkapi dokumen serah terima.
Dengan sistem tersebut, mutu dapat dikendalikan secara bertahap dan setiap keputusan memiliki bukti pemeriksaan yang jelas.
Dukung Pengendalian Mutu Proyek dengan Baja GYS
Jelajahi produk baja struktural GYS untuk kebutuhan gedung, pabrik, gudang, dan infrastruktur. Untuk informasi ukuran, grade, sertifikasi, dokumen mutu, pemrosesan, pengiriman, atau penawaran proyek, silakan hubungi tim Garuda Yamato Steel.
FAQ
Tugas quality control pada proyek konstruksi?
Tugas quality control adalah memeriksa kesesuaian material, metode kerja, hasil fabrikasi, sambungan, pemasangan, dan dokumentasi terhadap gambar serta spesifikasi. Tim QC juga mencatat ketidaksesuaian, mengawasi perbaikan, melakukan pemeriksaan ulang, dan menyusun laporan mutu.
Quality control meliputi apa saja?
Quality control meliputi pemeriksaan dokumen, material, dimensi, fabrikasi, las, baut, pelapisan, erection, pengujian, ketertelusuran, serta penyelesaian ketidaksesuaian. Ruang lingkup sebenarnya mengikuti ITP, kontrak, standar, dan kebutuhan proyek.
Apa contoh pengendalian mutu dalam konstruksi?
Contohnya adalah mencocokkan heat number dengan MTC, mengukur dimensi profil, memeriksa posisi lubang, memverifikasi WPS, mengukur ukuran las, memastikan pengencangan baut, serta memeriksa ketegakan kolom setelah erection. Hasilnya harus dicatat dalam formulir inspeksi.
Siapa yang biasanya bertanggung jawab untuk melakukan pengujian material dalam proyek konstruksi?
Tanggung jawabnya ditentukan dalam kontrak dan ITP. Produsen atau kontraktor biasanya melakukan pengujian serta QC internal, sedangkan pemilik proyek dapat menunjuk konsultan, laboratorium terakreditasi, atau badan inspeksi independen untuk QA dan pengujian verifikasi. Engineer menilai hasil yang berkaitan dengan penerimaan teknis struktur.
Apakah produk baja GYS melalui proses quality control sebelum dikirim?
Ya. GYS menyatakan bahwa seluruh produk jadi diperiksa oleh personel quality control yang berkualifikasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar GYS dan persyaratan pelanggan sebelum disimpan serta didistribusikan. Produk juga didukung sertifikasi dan dokumen mutu sesuai ruang lingkupnya.