Tahapan Konstruksi Gedung dengan Struktur Baja dari Fabrikasi hingga Erection

Konstruksi gedung dengan struktur baja tidak dimulai ketika kolom pertama diangkat menggunakan crane. Sebelum proses tersebut, proyek harus menyelesaikan desain, pengadaan material, pembuatan shop drawing, fabrikasi, pemeriksaan mutu, pengiriman, dan persiapan lokasi.

Setiap tahapan perlu mengikuti urutan yang telah direncanakan. Kesalahan pada dimensi lubang, posisi anchor bolt, identitas komponen, atau urutan pemasangan dapat menghambat erection dan menimbulkan pekerjaan ulang.

Di PT Garuda Yamato Steel (GYS), kami menyediakan H-Beam, IWF, Channel, dan Equal Angle untuk kebutuhan struktur gedung. Produk tersebut didukung layanan pemotongan, pengeboran, pemrosesan, dokumen mutu, dan pengiriman sesuai ruang lingkup layanan GYS.

Key Points

  • Konstruksi baja dimulai dari desain, perencanaan sambungan, dan pembuatan shop drawing.
  • Fabrikasi meliputi pemotongan, pengeboran, perakitan, pengelasan, dan pemeriksaan.
  • Pengiriman material harus mengikuti urutan pemasangan dan kapasitas penyimpanan proyek.
  • Erection mencakup pengangkatan, penempatan, penyambungan, penyetelan, dan pengakuan struktur.
  • Stabilitas sementara harus dijaga sampai seluruh sistem permanen bekerja sesuai desain.

Tahapan Utama Konstruksi Gedung Baja

Urutan aktual dapat berbeda menurut desain, tinggi bangunan, sistem struktur, kondisi lokasi, dan metode kontraktor. Secara umum, tahapan proyek dapat dirangkum sebagai berikut.

TahapKegiatan UtamaHasil yang Diharapkan
PerencanaanDesain, spesifikasi, pemodelan, dan jadwalSistem struktur yang telah disetujui
PengadaanPemesanan profil, pelat, baut, dan material lainMaterial sesuai kebutuhan proyek
FabrikasiPemotongan, pengeboran, perakitan, dan pengelasanKomponen siap dipasang
PemeriksaanVerifikasi dimensi, sambungan, dan dokumenKomponen memperoleh status diterima
PengirimanPengemasan, pelabelan, dan pengangkutanMaterial tiba sesuai urutan pemasangan
Persiapan lokasiFondasi, anchor bolt, akses, dan area penyimpananLokasi siap menerima struktur
ErectionPengangkatan kolom, balok, dan pengakuRangka gedung berdiri
PenyelesaianPenyetelan, pengencangan, pengelasan, dan inspeksiStruktur memenuhi gambar dan toleransi
Pekerjaan lanjutanPelat lantai, atap, dinding, dan utilitasGedung memasuki tahap penyelesaian

Tahapan tersebut saling berkaitan. Keterlambatan persetujuan gambar atau fabrikasi dapat menggeser jadwal pengiriman dan pemasangan di lokasi.

Tahapan Konstruksi Gedung dengan Struktur Baja dari Fabrikasi hingga Erection
Tahapan Konstruksi Gedung dengan Struktur Baja dari Fabrikasi hingga Erection

1. Perencanaan dan Finalisasi Desain Struktur

Tahap awal menentukan bentuk rangka, jalur beban, ukuran profil, grade material, dan metode penyambungan. Engineer juga perlu mempertimbangkan proses fabrikasi, transportasi, dan pemasangan.

Perencanaan mencakup:

  1. Penentuan sistem penahan beban gravitasi.
  2. Penentuan sistem penahan gaya angin dan gempa.
  3. Pemilihan H-Beam, IWF, Channel, atau Equal Angle.
  4. Perhitungan sambungan.
  5. Penentuan posisi splice.
  6. Perencanaan bracing permanen.
  7. Evaluasi lendutan dan stabilitas.
  8. Penyusunan spesifikasi material.

Desain tidak boleh hanya mempertimbangkan kondisi akhir. Setiap tahap pemasangan juga harus tetap stabil sebelum seluruh rangka, lantai, dan pengaku permanen selesai.

READ  Prinsip Umum Merancang Bangunan Tahan Gempa

2. Pembuatan Shop Drawing

Shop drawing menerjemahkan gambar desain menjadi informasi yang dapat digunakan workshop untuk membuat setiap komponen. Dokumen ini mencantumkan dimensi, lubang, pelat, sambungan, dan identitas bagian.

Informasi yang perlu ditampilkan meliputi:

  • Nomor komponen.
  • Ukuran dan panjang profil.
  • Posisi lubang.
  • Detail pelat sambung.
  • Jenis serta ukuran las.
  • Jumlah dan mutu baut.
  • Sudut pemotongan.
  • Marking dan lokasi pemasangan.

Shop drawing perlu melalui proses pemeriksaan dan persetujuan sebelum fabrikasi dimulai. Perubahan setelah material dipotong dapat meningkatkan biaya dan menghasilkan material sisa.

3. Pengadaan dan Pemeriksaan Material

Material harus dipesan berdasarkan gambar yang telah cukup stabil. Jenis profil, ukuran lengkap, panjang, grade, standar, dan jumlah perlu dicantumkan dalam dokumen pembelian.

Saat material tiba di workshop, periksa:

  1. Jenis serta ukuran profil.
  2. Panjang dan jumlah batang.
  3. Kondisi permukaan.
  4. Kelurusan serta puntiran.
  5. Marking produsen.
  6. Heat number.
  7. Mill Test Certificate.
  8. Kesesuaian dengan Purchase Order.

GYS memproduksi H-Beam, IWF, Channel, dan Equal Angle menggunakan bahan baku yang dikualifikasi serta pengendalian mutu selama proses produksi. Produk jadi juga diperiksa sebelum penyimpanan dan distribusi.

Panduan verifikasi material dapat dibaca melalui artikel cara mengecek mutu besi baja.

4. Pemotongan dan Penandaan Komponen

Profil dipotong berdasarkan panjang dan sudut yang tercantum dalam shop drawing. Setiap bagian kemudian diberi identitas agar tidak tertukar saat perakitan maupun pemasangan.

Tahap ini meliputi:

  • Penyusunan cutting plan.
  • Pengukuran dan penandaan.
  • Pemotongan menggunakan metode yang sesuai.
  • Pembersihan tepi potongan.
  • Pemeriksaan panjang.
  • Pemeriksaan kesikuan ujung.
  • Pencatatan material sisa.
  • Pemberian kode komponen.

Cutting plan yang baik membantu mengurangi waste. GYS menyediakan layanan cut-to-length dan fasilitas pemotongan melalui Steel Service Center yang luasnya lebih dari 40.500 meter persegi.

5. Pengeboran, Pelubangan, dan Pembentukan

Lubang baut, celah, serta bentuk khusus dibuat sebelum komponen dirakit. Ketelitian tahap ini memengaruhi kemudahan pemasangan di lapangan.

Pemeriksaan perlu mencakup:

  1. Diameter lubang.
  2. Posisi dari tepi.
  3. Jarak antarlubang.
  4. Keselarasan lubang pada komponen pasangan.
  5. Bentuk lubang memanjang jika digunakan.
  6. Posisi pelat dan pengaku.
  7. Sudut pembengkokan.
  8. Kondisi tepi setelah proses.

Steel Service Center GYS menyediakan layanan seperti penggergajian CNC, pengeboran, pemotongan, pelubangan, pembengkokan, galvanisasi, dan shot blasting sesuai cakupan fasilitasnya.

6. Fit-Up dan Perakitan Awal

Fit-up adalah proses menempatkan profil dan pelat pada posisi yang benar sebelum sambungan akhir dikerjakan. Tahap ini memastikan jarak, sudut, dan orientasi komponen sesuai gambar.

READ  Konstruksi Gedung Tahan Gempa di Indonesia: Standar Keamanan Baja yang Harus Dipenuhi

Tim fabrikasi perlu memeriksa:

  • Posisi web dan flange.
  • Kesikuan rakitan.
  • Jarak antarkomponen.
  • Celah sambungan.
  • Posisi pelat pengaku.
  • Keselarasan lubang.
  • Dimensi diagonal.
  • Potensi distorsi.

Alat bantu atau jig dapat digunakan agar komponen tetap pada posisi yang direncanakan. Kesalahan fit-up tidak sebaiknya dipaksa menggunakan pengelasan atau pembesaran lubang tanpa persetujuan.

7. Pengelasan dan Pemasangan Baut Workshop

Sambungan permanen dapat dibuat melalui las, baut, atau kombinasi yang telah dirancang. Prosesnya harus mengikuti gambar, prosedur, dan persyaratan inspeksi proyek.

Pada pengelasan, periksa:

  1. Welding Procedure Specification.
  2. Kualifikasi juru las.
  3. Jenis elektroda atau logam pengisi.
  4. Persiapan permukaan.
  5. Ukuran dan panjang las.
  6. Kebutuhan pemanasan awal.
  7. Urutan pengelasan.
  8. Distorsi setelah pengelasan.

Pada sambungan baut, periksa diameter, mutu, jumlah, jarak tepi, pelat sambung, dan metode pengencangan. Referensi mengenai detailnya tersedia dalam artikel jenis sambungan pada konstruksi baja.

8. Pemeriksaan Hasil Fabrikasi

Setelah fabrikasi, komponen harus diperiksa sebelum dilapisi dan dikirim. Pemeriksaan bertujuan memastikan bentuk fisik sesuai dengan shop drawing.

Pemeriksaan dapat meliputi:

  • Panjang dan dimensi.
  • Kelurusan.
  • Kesikuan.
  • Posisi lubang.
  • Ukuran sambungan las.
  • Kondisi permukaan.
  • Identitas komponen.
  • Non-destructive testing jika dipersyaratkan.

Komponen yang tidak sesuai perlu diberi status hold sampai memperoleh keputusan perbaikan, penggunaan bersyarat, atau penolakan.

9. Persiapan Permukaan dan Pelapisan

Permukaan baja dapat dibersihkan dan diberi sistem perlindungan sesuai kondisi lingkungan proyek. Pelapisan membantu mengendalikan korosi, tetapi tidak menggantikan desain drainase dan pemeliharaan.

Tahap ini dapat mencakup:

  1. Pembersihan minyak serta kotoran.
  2. Penghilangan karat dan kerak.
  3. Shot blasting.
  4. Aplikasi lapisan dasar.
  5. Aplikasi lapisan lanjutan.
  6. Pemeriksaan ketebalan lapisan.
  7. Perbaikan area rusak.
  8. Perlindungan selama pengiriman.

Area yang akan dilas di lapangan atau permukaan sambungan tertentu mungkin memerlukan perlakuan berbeda. Ikuti spesifikasi pelapisan dan prosedur proyek.

10. Pengemasan, Pengiriman, dan Penyimpanan

Komponen perlu dikelompokkan berdasarkan zona dan urutan pemasangan. Pengiriman yang tidak mengikuti jadwal erection dapat menyebabkan penumpukan material.

Rencana pengiriman perlu mempertimbangkan:

  • Berat dan panjang komponen.
  • Kapasitas kendaraan.
  • Urutan pemasangan.
  • Lokasi bongkar.
  • Kapasitas crane.
  • Perlindungan permukaan.
  • Penggunaan ganjal.
  • Identitas setiap komponen.

OSHA menempatkan jadwal pengiriman, penataan material, penyimpanan, dan koordinasi dengan pekerjaan lain sebagai bagian dari perencanaan urutan steel erection.

11. Persiapan Lokasi dan Anchor Bolt

Sebelum rangka baja dipasang, fondasi serta anchor bolt harus siap menerima beban selama proses erection. Posisi, elevasi, dan jarak baut perlu diperiksa melalui survei.

Persiapan lokasi mencakup:

  1. Pemeriksaan kekuatan fondasi.
  2. Survei posisi anchor bolt.
  3. Pemeriksaan elevasi.
  4. Persiapan akses kendaraan.
  5. Penentuan posisi crane.
  6. Penyediaan area penyimpanan.
  7. Perencanaan jalur beban angkat.
  8. Penyiapan sistem keselamatan.
READ  5 Keunggulan HBeam dalam Konstruksi Gedung Tinggi

Sebagai referensi praktik internasional, OSHA mensyaratkan perencanaan lokasi, urutan pekerjaan, operasi pengangkatan, dan stabilitas sebelum pekerjaan erection dimulai.

12. Proses Erection Struktur Baja

Erection adalah proses merakit rangka baja di lokasi proyek melalui kegiatan mengangkat, menempatkan, menyambungkan, menyetel, dan menguatkan komponen. AISC menjelaskannya sebagai perakitan rangka bangunan di lokasi secara aman dan ekonomis.

Urutannya umumnya meliputi:

  • Memasang kolom awal.
  • Memberikan penyangga sementara.
  • Memasang balok pengikat.
  • Memasang kolom dan balok berikutnya.
  • Menambahkan bracing.
  • Melakukan sambungan sementara.
  • Memeriksa ketegakan serta elevasi.
  • Menyelesaikan sambungan permanen.

Urutan aktual harus ditetapkan dalam rencana erection. Struktur tidak boleh dibebani material konstruksi sebelum stabilitas sementara dan permanennya mencukupi.

13. Penyetelan, Pengencangan, dan Inspeksi Akhir

Setelah rangka utama berdiri, tim melakukan penyetelan posisi sebelum sambungan akhir diselesaikan. Tahap ini sering disebut plumbing dan alignment.

Pekerjaannya meliputi:

  1. Memeriksa ketegakan kolom.
  2. Memeriksa elevasi balok.
  3. Mengukur diagonal rangka.
  4. Menyetel posisi komponen.
  5. Mengencangkan baut akhir.
  6. Menyelesaikan las lapangan.
  7. Memeriksa sambungan.
  8. Memperbaiki lapisan yang rusak.

Pengaku sementara baru boleh dilepas setelah engineer atau pihak berwenang memastikan sistem permanen telah mampu menjaga stabilitas struktur.

Tahapan Konstruksi Gedung dengan Struktur Baja dari Fabrikasi hingga Erection
Tahapan Konstruksi Gedung dengan Struktur Baja dari Fabrikasi hingga Erection

Kesimpulan

Tahapan konstruksi gedung baja menghubungkan desain, pengadaan, fabrikasi, logistik, dan pemasangan lapangan. Keberhasilan erection sangat bergantung pada ketelitian proses sebelumnya.

Urutan utamanya adalah:

  1. Finalisasi desain dan shop drawing.
  2. Pengadaan serta pemeriksaan material.
  3. Pemotongan, pengeboran, dan perakitan.
  4. Pengelasan atau pemasangan baut.
  5. Pemeriksaan dan pelapisan.
  6. Pengiriman berdasarkan urutan kerja.
  7. Persiapan fondasi dan lokasi.
  8. Erection, penyetelan, serta inspeksi akhir.

Dengan koordinasi yang baik, struktur baja dapat dipasang lebih terkendali, efisien, dan sesuai dengan gambar proyek.

Dukung Konstruksi Gedung Baja Bersama GYS

Jelajahi produk baja struktural GYS untuk kebutuhan kolom, balok, rangka, dan pengaku gedung. Untuk informasi ukuran, grade, pemotongan, pengeboran, layanan pemrosesan, pengiriman, atau penawaran proyek, silakan hubungi tim Garuda Yamato Steel.

FAQ

Tahapan-tahapan pekerjaan konstruksi gedung?

Tahapannya mencakup perencanaan, persiapan lokasi, pekerjaan fondasi, pembangunan struktur, pemasangan lantai dan atap, pekerjaan arsitektur, instalasi mekanikal serta elektrikal, penyelesaian, inspeksi, dan serah terima. Pada gedung baja, fabrikasi serta pengiriman struktur dilakukan sebelum atau bersamaan dengan pekerjaan fondasi.

Apa urutan konstruksi struktur baja?

Urutannya umumnya dimulai dari desain, shop drawing, pengadaan material, fabrikasi, pemeriksaan, pelapisan, pengiriman, persiapan fondasi, pemasangan kolom, balok, bracing, penyetelan, penyelesaian sambungan, dan inspeksi akhir.

Apa itu proses erection?

Erection adalah proses merakit komponen baja di lokasi proyek. Kegiatannya mencakup pengangkatan, penempatan, penyambungan sementara, pemasangan pengaku, penyetelan posisi, serta penyelesaian sambungan permanen.

Tahapan proses fabrikasi?

Fabrikasi meliputi pemeriksaan material, pembuatan pola, pemotongan, pengeboran atau pelubangan, pembentukan, fit-up, perakitan, pengelasan atau pemasangan baut, pelurusan, inspeksi, persiapan permukaan, pelapisan, pemberian kode, dan pengemasan.

Apakah GYS dapat menyediakan dan memproses baja untuk konstruksi gedung?

Ya. GYS menyediakan H-Beam, IWF, Channel, dan Equal Angle untuk konstruksi gedung. Steel Service Center GYS juga mendukung pemotongan, pengeboran, pelubangan, pembengkokan, galvanisasi, dan shot blasting, serta tersedia layanan pengiriman sesuai kebutuhan proyek.