GYS Memulai Pembangunan Control Tank untuk Meningkatkan Kualitas Air dan Mendukung Komunitas Lokal

Garuda Yamato Steel (GYS) terus memperkuat komitmennya terhadap tanggung jawab lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui inisiatif baru untuk meningkatkan kualitas air di sekitar area pabrik.

Perusahaan mengidentifikasi bahwa aliran air dari area permukiman sekitar ke area pabrik GYS mengandung unsur limbah rumah tangga. Saluran ini telah ada selama bertahun-tahun dan berfungsi sebagai jalan drainase penting bagi warga setempat. Berdasarkan survei lapangan terbaru, tim GYS menemukan bahwa menutup saluran air sepenuhnya dapat menyebabkan air tergenang dan banjir di wilayah permukiman, yang berpotensi menimbulkan tantangan lingkungan dan sosial.

Untuk memberikan solusi yang berkelanjutan, GYS berencana membangun control tank yang berfungsi sebagai sistem filtrasi untuk menyaring limbah rumah tangga sebelum air masuk ke jaringan drainase pabrik. Langkah ini akan memastikan hanya air bersih yang mengalir ke sistem, sehingga mengurangi dampak lingkungan dan mendukung terciptanya ekosistem yang lebih sehat bagi masyarakat sekitar.

Pembangunan control tank dimulai pada Senin, 29 September 2025, dan seluruh biayanya ditanggung oleh GYS sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR). Melalui inisiatif ini, GYS berkontribusi secara positif terhadap pelestarian lingkungan sambil membina hubungan harmonis dan kooperatif dengan warga sekitar pabrik. Proyek ini telah dimulai untuk memastikan aliran air yang lebih bersih ke sistem drainase pabrik sekaligus mendukung ekosistem yang lebih sehat bagi komunitas sekitar.

Proyek ini mencerminkan dedikasi berkelanjutan GYS terhadap keberlanjutan dan keterlibatan masyarakat. Dengan mengambil langkah proaktif untuk menangani tantangan lingkungan bersama, GYS menegaskan perannya sebagai korporasi yang bertanggung jawab yang berkomitmen menciptakan dampak positif yang langgeng bagi komunitas dan lingkungan.

READ  Garuda Yamato Steel Introduces Earthquake-Resistant Innovation for a Safer Indonesia